Strobist Untuk Pemula
Street Photography
Street Photography jalanan adalah jenis fotografi dokumentasi yang mengambil foto Subyek secara candid di tempat-tempat umum, seperti di jalan, taman, pantai, mol dan lain-lainnya.
- Wikipedia
Belajar Fotografi–Modus Auto? Siapa takut???
Seorang fotografer senior yang karyanya banyak diakui orang pernah bercerita, “Ada orang yang dengan bangganya berkata kepada saya, ‘Saya sudah 3 tahun memakai kamera dan selama itu saya tidak pernah memakai modus Auto!’. Dalam hati saya berkata, ‘Saya sudah 34 tahun pegang kamera dan baru 3 tahun terakhir ini saya pakai auto!’. Sudah diberi kemudahan kok malah cari-cari masalah?”. Banyak yang mendengarkan cerita ini tersenyum mesem-mesem, ga mirip semar mendem, sambil berfikir yang kira-kira begini: “Sial, pengen nyombong pake manual malah dicela”.
Fotografi, paling ga menurut gw, bukanlah tentang teknik memoto atau aturan-aturan baku fotografi.. tapi tentang mengabadikan moment ( ga tau bahasa Indonesianya apa ) sehingga orang lain yang ikut melihat hasil foto itu bisa ikut merasakan apa yang diinginkan si tukang foto supaya orang lain ikut merasakan.. bahasa yang sering gw denger itu supaya fotonya dramatis..
Yang paling berasa itu di foto-foto jurnalis, dari kejadian yang cepat dan kebanyakan tidak bisa diatur, mana sempat untuk settingan manual? Tapi foto yang dianggap paling baik adalah foto yang bisa menghadirkan suasana dramatis bagi orang-orang yang melihat hasil fotonya. Untuk foto-foto lainnya dimana pengaturan sangat mungkin dilakukan, misal: ingin memoto backlight dengan model berkulit gelap pastinya modus Auto akan kesulitan bila tanpa kompensasi secara manual dari tukang foto.
Jadi siapa takut pakai modus Auto???
Java Rockin Land 2010
Dapet kesempatan kedua untuk ikutan dari belakang Java Rockin Land, yang sebelumnya tahun 2009. Seperti sebelumnya, acaranya dari hari Jumat sampai hari Minggu. Gw ikutan dari hari Jumat sampai malem.. hehehe.. maaf bukan sampai hari Minggu.. padahal udah pengen banget ikut sampai hari Minggu, tapi entah kenapa ada aja halangannya..
Hari Jumat JRL dimulai dengan hujan.. kacau.. band2 pembuka pada telat bukanya semua, untung bukan buka puasa.. hehehe.. jadi cuma dikit nih dapet foto2nya..
Dan dengan keterbatasan, 400D + Sigma 55 – 200mm f/4-6.5, silahkan dinikmati..
Car Free Day – 26/09/2010
Setelah curhat ngalor ngidul ga jelas, kecuali pas gw bilang gw kehabisan obyek foto, ke temen sekaligus mentor gw soal moto memoto, akhirnya gw disaranin untuk moto “Car Free Day” aja.. mentor ngajarin, sebetulnya banyak kejadian sekitar kita yang bisa jadi obyek foto, cuma masalahnya sepintar atau sekreatif apa elo bisa ngeliatnya.. hehehe.. thx bro..
Dasar-dasar Fotografi Digital II
Lebih Lanjut Dengan Segitiga Exposure
Seperti sudah dibahas di 'Dasar-dasar Fotografi Digital I’, tiga komponen utama exposure kamera adalah ISO / Kecepatan Sensor, Shutter Speed / Kecepatan Rana dan Aperture Value / Bukaan Rana. Selanjutnya gw coba ngebahas lebih dalam lagi untuk masing-masing komponen, menurut pengertian gw.
ISO / Kecepatan Sensor
Mengulang sedikit lagi bahasan sebelumnya, ISO adalah satuan ukuran sensitifitas sensor terhadap cahaya, yang berarti juga adalah kecepatan sensor untuk merekam cahaya.
Sensor dengan kepekaan rendah terhadap cahaya atau untuk istilah teknisnya sensor dengan ISO rendah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merekam cahaya dengan intensitas tertentu sehingga disebut ISO lambat. Berbeda dengan ISO tinggi yang membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk merekam intensitas cahaya yang harus direkam oleh ISO yang lebih rendah, oleh sebab itu disebut ISO cepat.
Standar ISO pada kamera digital sekarang ini berkisar dari ISO 50 hingga ISO 12800. Standard ISO dikeluarkan oleh organisasi internasional yang bertugas mengatur standarisasi satuan ukur yang bernama ISO, yang akhirnya namanya diambil untuk menyatakan tingkat sensitifitas cahaya tadi.
Melihat dari Exposure Triangle dari bahasan sebelumnya, peningkatan ISO berari juga peningkatan noise dari hasil foto. Kemampuan kamera yang baik adalah yang mampu menangkap gambar dengan ISO yang setinggi mungkin dengan tingkat noise yang serendah mungkin. Berhati-hatilah dengan kemampuan kamera mengatasi noise. Beberapa kamera mampu menghilangkan noise dengan mengorbankan ketajaman hasil foto.
Pameran III - Alam
Dasar-dasar Fotografi Digital I
Fotografi
Terjemahan seenaknya dari fotografi / photography adalah melukis menggunakan cahaya, wikipedia. Dimana proses dasar pembuatan gambar pada fotografi adalah melewatkan cahaya pada medium tertentu dan merekamnya, kalau dahulu cahaya direkam di film sedangkan untuk era komputerisasi seperti sekarang ini di rekam secara digital.
Jadi, dari penjelasan di atas bisa kita ambil kesimpulan, secara teknis, komponen utama dari fotografi itu adalah cahaya.
Pameran II - Object
Pameran I - Sunset
Di sini gw mo coba pameran kecil-kecilan, silahkan dinikmatin..
-menunggu sunset-
Foto ini diambil di Tanah Lot Bali. Posisi gw sama sekali ga asik, kehalangan sama mereka-mereka yang berdiri di karang paling menjorok ke laut. Ga ada akar, rotan pun jadi.. ga dapet sunset, bayangan sunset juga jadi.. hehehe..
Liputan Acara Keluarga (Pengalaman Pertama)
Akhirnya gw dapet permintaan resmi untuk jadi tukang foto utama.. hehehe.. cuma acara kecil keluarga aja sih sebetulnya.. tapi lumayanlah untuk latihan mental dan pendalaman teknik..
Persiapan
Acara dijadwalin untuk dimulai jam Sabtu jam 11:00, gw dah mulai sibuk dari jam 10:00 hari Jumat.. hehehe, biasa.. grogi..
Perlengkapan tempur masih modal pinjem semua.. huahahaha.. Canon EOS 40D + EF 16-35 F/2.8 L dari sodara, Flash 580EX II + Gary Fong Light Sphere dari tempat sewa..yang bener-bener modal hanya memory card dan tas.. huahahahaha..
Dibantu dengan 2 orang asisten dadakan.. hehehe.. istri tercinta & sahabat deket gw, akhirnya jam 10:30 hari Sabtunya gw udah stand by di TKP..
Persiapan di TKP
Mulai dari detik pertama tiba di TKP, langsung aja gw sibuk nyiap2in peralatan tempur. Test dan retest peralatan. Pada saat test dan retest ini sepertinya Light Sphere dari om Gary Fong lumayan membantu melembutkan cahaya dari lampu flash yang gw pakai.
Di sebelah ada contoh hasil EOS 40D, 16-35mm f/2.8, 580EX II + Gary Fong Light Sphere.. lumayan kan..
Yang sebelumnya itu foto ponakan gw, dengan perlengkapan yang sama..
Hasil
Hasil untuk foto-foto outdoor juga bagus sayang gw lupa ambil sample untuk di publish.. next time lah ya.. hehehe..
Moral of the Story
Lumayan juga hasil-hasilnya, untuk ukuran gw sih.. ga tau deh kalo yang pro yang ngeliat.. eniwei.. gw jadi suka banget pake 580EX II + Gary Fong Light Sphere nya.. keren!!!
2018: Tahun Baru Motivasi Baru
Tahun Baru 2017 sudah lewat, sekarang sudah 2018. Tahun berganti seperti yang sudah-sudah, setahun lagi juga akan berganti menjadi 2019. ...
-
Dapet kesempatan kedua untuk ikutan dari belakang Java Rockin Land, yang sebelumnya tahun 2009. Seperti sebelumnya, acaranya dari hari Juma...
-
Now I know how to output image or any other type from Joomla 1.5. Before this I've already made my extension to output image from Joomla...






